Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menerima data peringatan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Data tersebut mengindikasikan adanya potensi peningkatan hujan badai yang diprediksi dapat berdampak signifikan ke wilayah Riau.
''Saya akan berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau untuk meninjau ulang dan memastikan kesiapan alokasi anggaran darurat daerah. Kalau perlu ditambah alokasi dana untuk tanggap darurat itu,'' kata Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto pada wartawan usai rapat paripurna pengesahan APBD Riau 2026 di Kantor DPRD Riau, Sabtu (29/11/2025).
Ditambahkannya, hal ini juga berkaca dari bencana alam yang melanda provinsi-provinsi tetangga seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Kekuatiran Pemprov Riau semakin besar setelah mencermati dampak kerugian besar akibat bencana yang terjadi di provinsi-provinsi sekitar. Menyikapi situasi ini, ia menyatakan bahwa dirinya telah segera
Ia secara spesifik menyoroti alokasi awal anggaran untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) atau dana darurat yang saat ini hanya dianggarkan sebesar Rp20 miliar. Ia menggarisbawahi potensi ketidakcukupan dana jika terjadi bencana skala besar di Riau.
SF Hariyanto mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh kegiatan dan program di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Riau. Program dan kegiatan yang dinilai tidak prioritas akan segera dipangkas atau ditunda.
Tujuannya adalah untuk menggeser dan memperkuat alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) demi menghadapi kondisi darurat dan cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. Ia berujar bahwa penambahan dana darurat adalah prioritas utama untuk menjamin respons cepat dan efektif terhadap potensi bencana.
SF Hariyanto menambahkan bahwa kesiapsiagaan dan langkah antisipasi ini harus dimulai sejak dini tanpa menunda-nunda. ''Kita harus bersiap dari sekarang. Kalau tidak siap, kita akan berat menghadapinya,'' katanya. (jdi/bgnnews)