Pekanbaru, BGNNEWS.CO.ID — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Riau. Seorang mahasiswi kebidanan asal Pekanbaru berhasil mengharumkan nama daerah dan institusi pendidikannya dalam ajang kejuaraan pencak silat tingkat regional Sumatra.
Adalah Fransisca Yunisia Tanady, mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan Institut Kesehatan (IKES) Payung Negeri Pekanbaru, yang sukses meraih Juara II (medali perak) pada kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Kelas Dewasa dalam kejuaraan pencak silat “The Battle of Sumatra 2026”.
Kejuaraan pencak silat bergengsi tersebut digelar pada 2–4 Februari 2026, dengan partai final berlangsung Selasa (3/2/2026). Ajang ini diikuti oleh pesilat-pesilat terbaik dari berbagai provinsi di Pulau Sumatra dan dikenal sebagai salah satu kompetisi paling prestisius di kawasan tersebut.
Dalam penampilannya di arena pertandingan, Fransisca menunjukkan ketepatan jurus, keluwesan gerak, serta penghayatan seni yang kuat. Penampilan yang konsisten dan penuh pengendalian itu mengantarkannya naik podium dan meraih medali perak di tengah persaingan yang ketat.
Di balik capaian tersebut, Fransisca harus menjalani peran ganda sebagai mahasiswa Semester V dengan jadwal perkuliahan dan praktik yang padat. Meski demikian, ia tetap mampu menjaga konsistensi latihan dan fokus berprestasi.
Minat Fransisca terhadap pencak silat telah tumbuh sejak usia lima tahun. Namun, ia baru mulai menekuni olahraga bela diri tradisional tersebut secara serius pada usia 16 tahun. Perjalanannya berlanjut sejak 2019 hingga 2020, dan pada awal 2023 ia memantapkan diri sebagai atlet seni pencak silat di Kota Pekanbaru.
Di bawah bimbingan pelatih Wahyu Basir, Fransisca menjalani program latihan yang disiplin dan terstruktur. Kesibukan akademik tidak menjadi penghalang, karena ia memanfaatkan waktu akhir pekan untuk menjalani latihan intensif.
Menjelang kejuaraan “The Battle of Sumatra 2026”, Fransisca melakukan persiapan matang, mulai dari menjaga kondisi fisik, memperkuat mental dan kepercayaan diri, hingga meningkatkan intensitas latihan guna mematangkan gerakan seni serta mengatur durasi penampilan secara presisi.
Dalam wawancara dengan BGNNEWS.CO.ID di kampus IKES Payung Negeri, Rabu (4/2/2026), Fransisca mengungkapkan bahwa pencak silat telah memberikan dampak besar dalam pembentukan karakternya.
“Pencak silat mengajarkan saya mental yang kuat, kepercayaan diri, dan kemampuan mengendalikan diri dalam situasi apa pun,” ujar Fransisca.
Sebagai putri daerah yang berasal dari Kabupaten Rokan Hulu, prestasi Fransisca menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, kampus, dan masyarakat Riau. Capaian ini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa di bidang kesehatan juga mampu bersaing dan berprestasi di arena olahraga tingkat regional, asalkan didukung disiplin, komitmen, dan manajemen waktu yang baik.
Keberhasilan Fransisca di ajang “The Battle of Sumatra 2026” diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berani bermimpi, bekerja keras, dan mengukir prestasi, baik di ruang kuliah maupun di panggung kompetisi. (ndi/bgnnews.co.id)